Tradingan.com - “Aaah.. aah.. oohh.. Vennyy..” begitulah suara saya setiap malam dengan mengocok-ngocok penis saya yang tegang sekali karena membayangkan seorang cewek kelas 2 SMP di sekolah saya (akan saya rahasiakan) yang juga menjadi idola satu sekolah.
Namanya adalah Venny (saya samarkan sedikit). Sebagai gambaran, orangnya sangat cantik (hampir sama seperti salah satu penyanyi Bening), kulitnya benar-benar putih mulus, proprosi tubuhnya bagus benar, tidak gemuk, dadanya ukuran sedang, dan pantatnya wuiihh.. menggiurkan deh. Lalu tidak terlalu pendek, juga tidak terlalu tinggi. Dan selain gambaran fisiknya itu, yang saya yakin setiap cowok yang melihat dia dan ngomong dekat-dekat dia, pasti langsung ‘ngaceng’ berat.
Si Venny ini juga sangat supel dan baik, dan kabarnya selalu dapat juara 1, kalau tidak 2, benar-benar cewek idola. Memang waktu pembagian raport, saya pernah coba lihat orangtuanya, bertampang galak, dan menurut info teman saya ini (saya sendiri waktu itu sudah kelas 1 SMA), orangtuanya sangat keras dan ketat.
Makanya, pernah si Venny ini coba didekati sama cowok-cowok seangkatannya yang lumayan berparas, tapi Venny dengan senyumnya yang manis sambil kedua tangannya dirapatkan ke bawah, bilang “Emm.. jangan dulu deh, kita temen aja.. ok..?”
Lalu dia langsung berbalik dengan gayanya yang benar-benar lincah, langsung berlari kecil ke arah teman-temannya lagi. Saya yakin cowok-cowok itu pasti langsung kecewa berat karena ‘ditolak’, dan hanya bisa ngaceng membayangkan kalau mereka dapat menyetubuhi Venny ini.
“Aaah.. nikmatnyaa..! Aaah.. oohh.. Vennyy.. mmh.. mhh..” kembali saya di ranjang mengocok terus penis saya, ngocok, ngocok sampai sperma saya muncrat keluar, nikmat.
“Crot.., crot.., croot..,” membayangkan seandainya saya mampu, tidak usah jauh-jauh, melihat saja tubuh Venny yang aduhai ini, alangkah bangganya saya.
Maka rencana busuk pun mulai terlintas di pikiran saya, dan ini sebenarnya sudah saya pikirkan dari dulu. Tapi kali ini beda, dan saya ada keyakinan dapat berhasil, kenapa..? karena kedua orangtuanya dikabarkan lagi pergi ke Singapore dengan urusan mereka sendiri.
Nahh, begini, rumah saya itu dekat sekali dengan sekolah kami (saya dan Venny, satu sekolah, hanya saya SMA, dia gedung SMP). Jadi tidak heran kalau banyak teman saya yang kalau sudah selesai ekskul, ada main ke rumah saya, atau sekedar istirahat atau ngobrol-ngobrol. Dan saya tahu kalau si Venny ini sehabis sekolah, setiap Senin ada ekskul volley, biasa sampai jam 5 sore. Rencana saya, ajak Venny ke rumah saya, lalu.. hmmhh.. hahaha.. aah.. tak terpikirkan kenikmatannya.
Dan dengan agak ragu sedikit (lebih banyak yakinnya), saya mulai lancarkan serangan saya pada hari Senin depannya (tentu setelah mendapat info-info lebih lanjut yang mutlak, bahwa orangtuanya lagi tidak ada, dan tidak ada yang jemput dia pulang sekolah, seperti biasanya (jadi dia untuk sementara ini pulang naik angkutan umum).
Terkait
Tepat sekitar jam 4.30 sore, Venny tersenyum sambil mengambil handuknya dan mengusap-usap keringatnya dengan handuk. Rupanya dia letih dan sudah capek dengan volley-nya, maka dia duduk, dan teman-teman dia yang lainnya masih tetap main. Saya mengintip dari balik tembok utama, dan penis saya sudah keras sekali, ooh.. kuusap sedikit-sedikit, sambil membayangkan kalau rencana saya ini berhasil total. Lalu saya mulai memberanikan diri jalan sedikit demi sdikit ke tempat Venny duduk, kadang berhenti dikit. Dan saya pegang jantung saya, oh.. berdetak kencang sekali. Penis saya juga semakin menegang. Lalu akhirnya sampailah saya ke tempat Venny. Venny lalu menoleh ke arah saya, dan sebentar dia terdiam, lalu tersenyum, “Ada apa..?” Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Ku Ngentot 3 Lobang Sang Cewek Gadis Idola 1"
Posting Komentar