Tradingan.com - Saya langsung balikkan tubuh Venny, dan saya mulai lagi rekaman saya, kali ini tampak depan, dan aah.., saya akhirnya dapat melihat kemaluan Venny, kemaluannya.. Vagina cewek cantik putih bersih ini..! Tidaak, saya benar-benar tidak tahan, dengan gemetar saya terus rekam vaginanya, saya usap-usap keringat saya yang berjatuhan, saya larikan lagi kamera saya ke bawah sedikit menyorot celana dalamnya, untuk seakan menunjukkan bahwa saya telah berhasil melihat tahap paling dalam hal yang selalu berusaha dihindari setiap cewek. Saya melihat vaginanya, bukan sekedar paha, atau celana dalam lagi! Siapa yang tidak terangsaang super berat..? Pengalaman yang takkan pernah terlupakan!
Kocokan penis saya makin lama makin cepat.
“Aah.. aah.. Venny.. yang caan.. aah.. tiik..,” desahanku semakin kencang.
Saya gerakkan lagi handycam saya, melanjutkan penelusuran tubuhnya lagi yang sangat ramping dan seksi putih. Saya kali ini sampai pada perutnya, mmhh.. dan dadanya.. dan putingnya, dengan sedikit pinggir BH putihnya yang sangat merangsang setiap nafsu cowok. Aahh.. apalagi saya yang benar-benar seperti jomblo (loser) ini!
“Maaf, Frank (cowok terkeren di SMA saya, yang jelas juga tertarik sama si Venny ini), saya sudah melihat puas dan menggerayangi tubuh Venny duluan.. hahahaa!” begitu pikir jahatku.
Sambil keringat saya makin bercucuran, akhirnya saya sampai pada wajahnya, matanya yang masih terpejam seraya tidak berdosa, rambut panjang hitamnya yang terurai, hidungnya yang mancung, dan mulutnya yang menawan. Langsung saya cepat sekali letakkan kembali handycam saya di sudut tembok. Setelah puas menelusuri tubuh putih Venny, langsung saya bergegas lagi ke ranjang dengan terangsang berat, saya tidak tahan. Dan permainan terakhir pun terjadilah, saya langsung buka seragam sekolahnya keluar dari lengannya, saya letakkan di pinggir ranjang. Lalu saya turunkan rok birunya ke bawah sampai ke ujung kakinya.
Selanjutnya saya buka BH-nya, dan biarkan BH-nya masih melekat di punggung putih mulusnya, dengan depannya sudah terbuka total. Saya langsung seperti kesetanan, saya turunkan sedikit lagi celana dalamnya hingga bagian lutut, maka dengan posisi yang sangat meranggsang seperti ini, saya langsung mulai menjilat-jilat puting susunya, dadanya, dan tangan kanan saya langsung mulai memasuki vaginanya. Saya putar-putar, dan tangan kiri saya membimbing tangan kanan Venny untuk mengocok kembali penis saya yang sudah tegang berurat, dan pembaca, inilah kenapa saya sebut permainan ternikmat, Venny bersuara.
“Mmhh.. mmhh..” rintihannya yang sangat manja itu benar-benar menusuk telinga saya, dan tentu penis saya semakin menegang.
Ternyata obat itu bukan hanya untuk menidurkan saja fungsinya, tapi mungkin merangsang. Setelah 1 jam kemudian, oohh.. hebat, hebat.., saya malah jadi makin bersyukur dan bernafsu mendengar suaranya, sambil dengan mata terpejam tidak sadar. Mungkin dia pikir ini semua mimpi.., pasti! tapii.. hahahaa.. ini bukan mimpi, Venny yang cantik! Saya sangat terangsang sekali mendengar lenguh nafasnya yang makin memburu.
Terkait
“Mmhh.. mmh.. ah.. ah.. ah.. ah.. mmh..” begitu suara Venny yang kecil mungil tinggi dan nyaring itu membuat penis saya makin berat terangsang beserta urat-uratnya.
Saya makin ganas mengulum dan menghisap dada dan juga puting susunya Venny.
“Sslluurrpp.. sseepp.. aah.. aah..,” dan saya makin mempercepat permainan tangan kanan saya di vaginanya. Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Ku Ngentot 3 Lobang Sang Cewek Gadis Idola 3"
Posting Komentar