Explore Zona Dewasa

Kisah Seks Jual Istri Demi Fantasi Brutal 4

Iklans.comPeristiwa Ketiga,

ANAK KOST

Terlampau sering kita dengar cerita anak kost yang memperkosa ibu kostnya. Tetapi yang aku alami di bawah ini merupakan peristiwa pemerkosaan yang aku anggap kebangetan.
Sesudah anak-anakku pada menikah, rumahku menjadi longgar dan terasa sepi. Suamiku mengusulkan untuk menerima kost-kost-an untuk anak sekolah atau mahasiwa. Maksudnya agar suasana ramai seperti ketika anak-anakku kumpul bisa kembali dinikmati. Ide itu timbul sehubungan adanya beberapa kali permintaan dari beberapa pelajar dan mahasiswa yang bertandang ke rumah. Tetapi kini yang terjadi justru bencana yang mengancam ketenangan dan kenyamanan dalam rumah tanggaku.


Ronny, salah seorang anak kostku suatu pagi tidak keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama anak-anak yang lain. Kuketuk pintunya untuk melihat ada apa dengan Ronny ini. Kulihat dia masih meringkuk di tempat tidurnya. Saat ku pegang dahinya aku tahu dia kena demam. Kemudian kubawakan minuman panas, sepotong roti dan obat anti demam. Kusuruh minum obat itu.

Setelah rumah kembali sepi karena anak-anak pada berangkat sekolah dan kuliah, aku kembali menengok dia. Nampaknya obat demamnya sudah berproses. Panas tubuh Ronny sudah agak turun. Tetapi Ronny bilang sakitnya belum akan sembuh sebelum tubuhnya dikerok sebagaimana kebiasaannya kalau sakit di rumahnya. Aku bilang, nantilah kalau bapak sudah jalan mengajar ke sekolah, aku kerokin kamu. Suamiku walaupun sudah pensiun tetapi masih banyak kegiatan selaku pengajar honorer di beberapa sekolah.

Ronny baru 3 bulan ikut kost di rumah. Dia anak dari Wonosobo. Ini merupakan tahun semester pertama dia di universitas swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Sebagai anak lelaki yang umurnya yang baru 20 tahun Ronny nampaknya dia sangat dimanjakan di rumahnya. Kadang-kadang disinipun kalau dia pengin sesuatu, masakan misalnya, aku harus turuti, kalau nggak dia akan ngomel seharian. Dia bilang pelitlah, malaslah, judeslah dan sebagainya. Aku sabar saja. Aku jadi ingat ada anakku yang manja, kalau minta sesuatu harus kami bisa penuhi.

Kembali Ronny memanggil-manggil aku, sementara suamiku belum juga jalan menunggu telpon dari sekolahan tempat kerjanya untuk informasi mengenai jam berapa dia harus hadir mengajar hari ini. Kudatangi Ronny yang ngotot minta dikerok sekarang juga. Aku kasihan, mungkin badannya benar-benar berasa tidak enak. Aku mengambil minyak goreng dan koin uang untuk kerokan dan bilang sama suamiku yang sedang baca koran persis di sebelah dinding kamar Ronny. Saat aku masuk ke kamar, Ronny sudah tengkurap setengah telanjang hanya bercelana dalam. Ah, aku yang sudah usia 47 tahun ini tidak berpikir macam-macam. Aku duduk di tepian ranjang, mulai mengerok punggung Ronny. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Seks Jual Istri Demi Fantasi Brutal 4"

Posting Komentar